Berita Pendidikan
DIANAKTIRIKAN, 100 GURU OLAHRAGA DARI JEMBER UNJUK RASA Kamis, 26 Mei 2005 (Smunet.com)
SURABAYA Merasa dianaktirikan, sekitar 100 guru olahraga dan wali murid dari Kabupaten Jember, kemarin, mendatangi kantor Gubernur Jawa Timur di Jl Pahlawan Surabaya.
Kedatangan mereka kantor Gubernur Jatim dengan mengunakan tiga bus. Mereka membawa poster dan spanduk yang bertuliskan mengecam sikap Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur.
Dalam aksinya mereka sempat tertahan di pintu masuk kantor gubernur, karena dihadang oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja. Mereka dilarang masuk ke halaman kantor gubernur dengan alasan ada rapat.
Namun tidak lama kemudian mereka berhasil menerobos masuk ke halaman kantor gubernur setelah ada jaminan dari koordinator lapangan (korlap), bahwa aksi mereka adalah aksi damai.
Menurut salah seorang guru Imam Wahyu kedatangan mereka ke kantor Gubernur Jatim menuntut agar siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang sederajat dengan Sekolah Dasar (SD) tidak dianaktirikan dalam kegiatan apapun.
Selama ini, menurut Wahyu, dalam kegiatan seleksi olahraga yang diselenggarakan ditingkat kecamatan, kabupaten maupun provinsi, siswa MI tidak pernah dilibatkan, hanya siswa SD Negeri saja.
"Ini namanya diskriminasi, padahal antara SD dan MI adalah sederajat, namun kenyataanya setiap event olahraga, sisa MI tidak pernah dilibatkan," katanya.
Belum lama ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemprov Jatim menggelar seleksi olahraga untuk tingkat SD. Tapi, siswa MI di Jember tidak diperkenankan ikut dalam seleksi, padahal masih sederajat.
Para guru olahraga pernah menanyakan masalah tersebut ke Pemerintah Kabupaten Jember, namun tidak mendapat jawaban. Pernah juag disampaikan ke Dispora, ternyata dijawab jika ingin seleksi rapor siswa diubah menjadi SD.
"Jelas tidak bisa, mereka siswa MI kenapa harus diubah menjadi SD. padahal, prestasi anak-anak MI tidak kalah dengan anak SD. Ini bukti bahwa Dispora melakukan diskriminasi," ujarnya.
Para guru menuntut kepada Dispora untuk bersikap adil tidak memihak kepada sekolah tertentu. Sebab, antara SD dan MI adalah sederajat. Bahkan, kurikulum yang dipakai hampir sama. (media)
|